Senin, 06 Maret 2017

Cinta Pandang Pertama Di Tanah Lulo

Cara terindah menikmati manifestasi Ilahi bersama teman-teman.

Hawa panas dengan sengatan sang surya ikut membakar semangat, tatkala mengunjungi Pulau Bokori. Sebelum memasuki primadona wisata itu, ku melewati serangkaian pemandangan eksotis yang mampu membutakan mataku. Keindahan, manifestasi alam semesta membuatku jatuh seolah berada di negeri 1001 dongeng. Ku menganggap, ini hanyalah rayuan mimpi. Sebab, ku tak pernah melihat adanya keindahan di lintas perut ibu pertiwi. Hadirnya jembatan cinta, membuatku semakin takjub. Ku berjalan di atasnya bagaikan menginjak Rialto Bridge (salah satu destinasi wisata Italia). Oh, betapa indahnya waktu itu, ku simpan kenangan manis itu selama perjalanan menuju Bokori.

        Demuruh ombak pun menyambut kedatanganku di Pulau Bokori, ku lihat dan ku tanyai diriku “apakah ini  esensi manifestasi keindahan yang di maksud oleh sang Khalik?”. Ku terus bertanya, hingga aku tak sadar, seorang teman memegang tanganku dan membawaku mengitari pulau bokori. Aku pun kembali jatuh dalam keindahannya, tatkala ku menginjakkan kaki ku di atas pasir putih.Halus, bersih, dan elegan. Kau semakin menyilaukan mataku. Oh, inikah cinta pada pandang pertama yang sering orang rasakan. Ku telusuri bibir pantai dengan berjalan di atas white carpet. Melesat melintas pasir putih yang mulus, sesekali disapu ombak. Sungguh aku merasakan kedamaian. Seperti tak ada beban dalam hidup.

white carpet ala Bokori

   Tak henti-hentinya aku berdesak kagum atas keindahan panoramanya. Pesona eksotisnya berupa deburan ombak dan pemandangan di sekitar pantai. Angin memberikan kesejukan dan rasa damai. Tak ada orang yang berwajah muram disini, semua tertawa lebar, merasakan kebahagiaan berada ditempat seindah ini. Tak lama berselang, mataku kembali terhipnotis, tatkala melihat air laut berwanra biru kehijauan dengan menampilkan fitur terumbuh karang dengan desainer alam terbaik di Tanah Lulo. Oh, ku benar-benar takjub, sungguh substansi yang tak terbantahkan. Bahkan ku tak bisa mendustakan nikmat seindah ini.

Keindahan Sunset di Pulau Bokori

Tatkala, langit menampakkan kesenjahannya. Ku berlari di hamparan bibir pantai, seraya melihat beberapa kawan berdiri di atas jembatan dengan latar belakangi oleh sang surya hampir menghilangkan dzat esensi dirinya. Menikmati indahnya sore hari, diiringi paduan suara ombak dan nyanyian burung sedikit menyingkirkan kemunafikan ibu kota dalam beberapa waktu.  

1 komentar:

  1. Masyaa Allah! Tauwaaa.. bermain dgn kata2 kiasan yang indah,menarik minat baca org.. teruss menulis ain.. karena tulisan akan abadi.. good work! Keep humble n trus asah

    BalasHapus